
Hai, Teman Global!
Kalau kamu membuka artikel ini, pasti kamu punya keinginan besar untuk kuliah di negara lain. Kuliah di luar negeri memang terdengar menyenangkan. Kamu bisa belajar di universitas terbaik, bertemu orang baru dari berbagai negara dan punya pengalaman hidup yang tidak akan kamu dapatkan di dalam negeri.
Namun, kendala utamanya hampir selalu sama yaitu biaya. Biaya kuliah dan hidup di luar negeri sangat mahal. Karena itulah, mendapatkan beasiswa luar negeri menjadi solusi yang paling masuk akal.
Masalahnya, mendapatkan beasiswa itu tidak mudah. Pesaing kamu bukan cuma ratusan, tapi ribuan orang. Banyak orang yang sebenarnya pintar secara akademis, tapi gagal mendapatkan beasiswa. Kenapa? Seringkali karena mereka kurang strategi dan kurang persiapan di hal-hal mendasar.
Sebelum kita bahas lebih jauh soal strategi lolos, Mimin Global mau ingatkan satu hal penting. Persiapan paling dasar yang sering bikin orang gagal adalah bahasa Inggris. Kalau kamu merasa kemampuan bahasa Inggrismu belum cukup untuk tes resmi, coba cek program English Booster dari Global English di sini. Ini cara belajar yang efektif buat kamu.
Sudah Penasaran Gimana Persiapannya? Simak artikel ini sampai habis!
Baca Juga: Upgrade Karier Lewat Kampung Inggris untuk Dewasa Tahun 2026
Kenapa Beasiswa Luar Negeri Sangat Ketat?
Penyedia beasiswa mengeluarkan uang miliaran rupiah untuk membiayai satu orang mahasiswa. Tentu saja mereka tidak mau asal pilih. Mereka mencari kandidat terbaik yang bisa memberikan manfaat kembali setelah lulus nanti.
Dalam seleksi beasiswa luar negeri, memiliki nilai IPK tinggi saja tidak cukup. Kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu layak dipilih dibandingkan ribuan pelamar lainnya. Kamu harus punya alasan yang kuat, dokumen yang lengkap, dan kemampuan komunikasi yang baik.
Paham Syarat LPDP dan Beasiswa Lainnya
Di Indonesia, LPDP adalah salah satu penyedia beasiswa yang paling populer. Tapi, pilihan beasiswa luar negeri itu sangat banyak. Ada Chevening untuk ke Inggris, AAS untuk ke Australia, Fulbright untuk ke Amerika Serikat dan masih banyak lagi.
Walaupun namanya beda-beda, sebenarnya pola seleksinya mirip. Mari kita bahas contoh syarat lpdp karena ini standar yang paling sering dipakai.

1. Seleksi Administrasi Harus Teliti
Ini adalah tahap pertama. Di sini, penyeleksi hanya melihat kelengkapan dokumen kamu. Terdengar mudah, tapi banyak yang gagal di sini. Kesalahan kecil seperti format file yang salah, dokumen yang buram, atau data yang tidak cocok dengan KTP bisa membuatmu langsung gugur.
Saat mendaftar beasiswa luar negeri, pastikan kamu membaca buku panduan dengan sangat teliti. Jangan sampai usaha kamu sia-sia hanya karena kurang teliti membaca aturan ukuran kertas atau format terjemahan ijazah.
2. Esai atau Surat Motivasi
Hampir semua beasiswa luar negeri meminta kamu menulis esai. Ini adalah kesempatan kamu untuk berbicara kepada penyeleksi. Jangan menulis hal yang terlalu umum.
Tuliskan secara jelas:
- Siapa kamu?
- Masalah apa yang ingin kamu selesaikan di Indonesia?
- Kenapa kamu memilih jurusan dan universitas tersebut?
- Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?
Jawaban yang spesifik dan logis akan lebih disukai daripada jawaban yang terlalu puitis tapi tidak jelas isinya.
Skor TOEFL dan IELTS: Syarat yang Tidak Bisa Ditawar
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling krusial. Kemampuan bahasa Inggris.
Syarat ini sifatnya mutlak. Jika sebuah universitas atau penyedia beasiswa meminta skor tertentu, kamu wajib memenuhinya. Tidak ada tawar-menawar. Jika skor kamu kurang satu poin saja, sistem pendaftaran biasanya akan menolak aplikasimu secara otomatis.
Berikut adalah gambaran umum skor yang biasanya diminta untuk beasiswa luar negeri:
- Amerika Serikat: Biasanya menggunakan toefl iBT. Skor aman untuk kampus menengah adalah 80. Namun, untuk kampus top, kamu butuh skor di atas 100.
- Inggris & Australia: Lebih sering menggunakan IELTS. Rata-rata meminta skor keseluruhan 6.5. Beberapa jurusan sulit seperti Hukum atau Kedokteran bisa meminta skor 7.0 atau 7.5.
- Eropa: Sebagian besar program internasional di Eropa juga menerima toefl atau IELTS dengan standar yang mirip (setara B2 atau C1).
Kesalahan Fatal Pelamar
Banyak Teman Global yang terlalu percaya diri. Merasa sudah bisa bahasa Inggris sehari-hari, lalu langsung ikut tes tanpa belajar. Hasilnya seringkali mengecewakan.
Ingat, tes toefl atau IELTS itu menguji kemampuan akademis. Ada pola soal yang harus dipelajari dan ada batasan waktu yang ketat saat mengerjakan. Belajar sendiri seringkali membingungkan karena kita tidak tahu letak kesalahan kita di mana.
Daripada buang uang jutaan rupiah untuk tes berkali-kali karena skor tidak sampai target, lebih baik investasikan waktu untuk belajar dengan kurikulum yang benar. Di program English Booster dari Global English, kamu bisa belajar strategi menjawab soal dengan tepat. Materinya disusun agar kamu bisa mencapai target skor toefl atau IELTS yang diminta beasiswa.
Tips Agar Peluang Lolos Lebih Besar
Selain melengkapi syarat dokumen dan bahasa, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan peluang kamu mendapatkan beasiswa luar negeri.

1. Riset Universitas Secara Mendalam
Jangan hanya memilih universitas karena terkenal. Cari tahu detail kurikulumnya. Jika kamu mendaftar S2 atau S3 berbasis riset, cobalah menghubungi calon dosen pembimbing di sana melalui email. Jika kamu sudah mendapatkan respon positif dari dosen di sana, peluang kamu diterima beasiswa akan jauh lebih besar.
2. Pengalaman Organisasi atau Kerja
Penyedia beasiswa luar negeri menyukai kandidat yang aktif. Tuliskan pengalaman kerjamu atau kegiatan sosial yang pernah kamu ikuti. Jelaskan peran kamu di sana. Hal ini menunjukkan bahwa kamu punya jiwa kepemimpinan dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
3. Latihan Wawancara
Jika kamu lolos seleksi berkas, tahap selanjutnya adalah wawancara. Latihlah cara bicaramu agar tenang dan jelas. Jawaban saat wawancara harus konsisten dengan apa yang kamu tulis di esai. Jangan melebih-lebihkan fakta, jawablah dengan jujur dan percaya diri.
Baca Juga: Info Penting Wajib Kejar Beasiswa Kampung Inggris Tahun 2026
Mulai Persiapanmu Sekarang
Mendapatkan beasiswa luar negeri memang butuh proses yang panjang. Kamu harus meluangkan waktu untuk belajar bahasa, mengurus terjemahan dokumen, hingga menulis esai.
Jangan menunggu sampai pendaftaran dibuka. Biasanya, waktu pendaftaran hanya dibuka selama satu bulan. Itu waktu yang sangat singkat untuk mengurus semuanya. Cicil persiapanmu dari sekarang. Mulailah dengan mengecek syarat lpdp atau beasiswa lain yang kamu incar, lalu lihat apa yang belum kamu punya.
Biasanya, hal yang memakan waktu paling lama adalah mendapatkan sertifikat bahasa Inggris. Jadi, prioritas utamamu saat ini adalah belajar dan latihan soal.
Semoga informasi ini membantu Teman Global untuk menyusun strategi yang lebih baik. Mimin Global doakan semoga impianmu kuliah di luar negeri bisa segera terwujud!
Nah, mau mempersiapkan Beasiswa Luar Negeri tapi skor TOEFL masih kurang?
Itu tandanya kamu butuh bimbingan intensif biar belajarnya lebih terarah dan nggak asal tebak. Daripada bingung sendiri tanpa ada yang mengoreksi, mending belajar bareng mentor yang siap bantu kamu bedah strategi menjawab soal di program English Booster dari Global English. Yuk, perbaiki fondasi bahasamu sekarang biar skor kamu tembus target dan lolos seleksi!
Referensi:
- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu. Informasi & Syarat Pendaftaran Beasiswa. Diakses dari: https://lpdp.kemenkeu.go.id/
- Educational Testing Service (ETS). TOEFL iBT Score Standards & Requirements. Diakses dari: https://www.ets.org/toefl
- IELTS Org. IELTS Scoring System & University Requirements. Diakses dari: https://www.ielts.org/
- AMINEF (Fulbright Indonesia). Grants for Indonesians. Diakses dari: https://www.aminef.or.id/
- Chevening Awards. Eligibility & Application Guide. Diakses dari: https://www.chevening.org/

