
Halo, Teman Global!
Ingat momen canggung saat Teman Global lagi asyik nongkrong, mau cerita kejadian seru yang baru aja dialami kemarin sore, eh tiba-tiba lidah keseleo? Niat hati mau bilang “aku membeli seblak,” tapi yang keluar malah “I buy seblak yesterday.”
Duh, rasanya gregetan sendiri, kan? Padahal ceritanya udah on fire, tapi vibes-nya langsung turun karena grammar yang kurang pas.
Nah, di sinilah simple past tense mengambil peran utamanya. Tenses ini bukan sekadar aturan kaku di buku paket sekolah, tapi ini adalah kunci emas buat Mimin dan Teman Global kalau mau jadi storyteller yang asyik. Tanpa paham pola ini, cerita seru tentang liburan, kejadian lucu di kantor, atau bahkan drama percintaan minggu lalu bakal terdengar rancu di telinga native speaker.
Sebelum kita bedah lebih dalam, kalau Teman Global merasa butuh bimbingan intensif biar ngomong Inggris-nya makin cas-cis-cus tanpa mikir lama, Mimin Global punya rekomendasi rekomendasi khusus nih. Cek di sini buat ikutan Program English Booster dari Global English yang bikin skill kamu naik level!
Oke, mari kita bongkar rahasianya satu per satu!
Baca Juga: Hafalan Verb 1 2 3 Bikin Pusing? Ada Cara Gampangnya Lho!
Simple Past Tense Itu Kunci Cerita Masa Lalu?
Sederhananya, simple past tense adalah mesin waktu dalam bahasa Inggris. Pola kalimat ini ngasih tahu lawan bicara kalau kejadian yang kita bahas itu sudah selesai, tamat, kelar, dan terjadi di masa lampau. Tidak ada hubungannya lagi dengan masa sekarang.
Bayangkan Teman Global baru putus sama pacar minggu lalu (aduh, maaf ya contohnya). Kalau ceritanya pakai present tense, orang bakal mikir kalian masih pacaran. Tapi kalau pakai simple past tense, orang langsung paham, “Oh, itu sejarah.” Jadi, tenses ini sangat krusial untuk memberikan konteks waktu yang jelas dalam komunikasi.
1. Rumus Anti Ribet: Verbal dan Nominal
Banyak yang mundur duluan karena liat rumus S + V2 + O. Tenang, Mimin Global bakal jelasin pakai logika biar nempel di kepala, bukan sekadar hafalan. Dalam simple past tense, kalimat dibagi jadi dua kelompok besar, yaitu Kata Kerja (Verbal) dan Tanpa Kata Kerja (Nominal).
a. Kubu Kata Kerja (Verbal Sentences)
Ini dipakai kalau dalam cerita masa lalu Teman Global ada aktivitas fisiknya. Makan, lari, tidur, nangis, ketawa. Kuncinya yaitu gunakan Verb 2.
Lupakan Verb 1 atau Verb-ing. Di sini waktu yang tepat untuk menggunakan Verb 2. Contoh:
- I ate Nasi Padang last night. (Aku makan Nasi Padang tadi malam).
- She watched a horror movie yesterday. (Dia nonton film horor kemarin).
Lihat kan? Kita nggak pakai eat atau watch, tapi ate dan watched. Inilah ciri khas simple past tense yang paling ketara.
b. Kubu Tanpa Kata Kerja (Nominal Sentences)
Gimana kalau ceritanya soal perasaan, status, atau lokasi? Misal: “Aku sedih kemarin” atau “Dulu aku kurus.” Kan nggak ada kata kerjanya tuh.
Di sini kita butuh bantuan “To Be”. Karena ini masa lampau, To Be (am, is, are) berubah wujud jadi Was untuk subjek tunggal (I, He, She, It) atau Were untuk subjek jamak atau ‘You’ (You, They, We). Contoh:
- I was happy yesterday. (Aku bahagia kemarin).
- They were at the cinema. (Mereka ada di bioskop).
2. Perbedaan Regular vs Irregular Verbs
Nah, ini bagian yang sering bikin Teman Global tricky. Saat menggunakan kalimat verbal dalam simple past tense, perubahan kata kerjanya ada dua macam, yaitu:
Regular Verbs
Perubahan verb dalam regular verbs, Teman Global tinggal nambahin akhiran -ed atau -d di belakang kata kerja dasar. Beres.
- Cook -> Cooked
- Play -> Played
- Listen -> Listened
Irregular Verbs
Sementara pada irregular verbs nggak ada aturan baku, sehingga bentuknya bisa berubah total. Ini yang sering bikin kita kepeleset saat menyusun cerita masa lalu.
- Go -> Went (Bukan Goed)
- Buy -> Bought (Bukan Buyed)
- Sleep -> Slept (Bukan Sleeped)

Selingan Sedikit Nih! Bingung ngafalin irregular verbs yang bejibun? Atau sering stuck pas mau ngomong karena takut salah grammar? Jangan dipendam sendiri, Bestie! Mending gabung program yang tepat sasaran. Yuk, kepoin program English Booster dari Global English ini biar Mimin Global bantu kamu lancar ngomong Inggris tanpa takut salah!
3. Time Signal yang Wajib Ada
Biar simple past tense makin sah, biasanya kita perlu ngasih “kode waktu” yang spesifik. Ini ngasih tahu pendengar kapan tepatnya peristiwa itu terjadi. Beda sama Present Perfect yang waktunya nggak jelas, tenses ini butuh kepastian (kayak hubungan kalian, eh?).
Beberapa sinyal waktu andalan:
- Yesterday (Kemarin)
- Last night / Last week / Last month (Tadi malam / Minggu lalu / Bulan lalu)
- Two days ago / A year ago (Dua hari lalu / Setahun lalu)
- In 2010 (Pada tahun 2010)
Kalau Teman Global bilang “I ate pizza,” itu sudah simple past tense. Tapi kalau ditambah “I ate pizza two hours ago,” informasinya jadi jauh lebih daging!
4. Contoh Penerapan dalam Cerita (Storytelling)

Biar makin paham, coba kita rangkai semuanya dalam satu paragraf pendek. Perhatikan kata-kata yang dicetak tebal, ya. Itu semua adalah bentuk simple past tense.
“Minggu lalu, aku pergi (went) ke Bali. Itu pengalaman yang seru banget! Aku mengunjungi (visited) pantai Kuta dan melihat (saw) sunset yang indah. Sayangnya, aku kehilangan (lost) topiku karena angin kencang. Meskipun begitu, aku merasa (felt) sangat senang.”
Lihat alurnya? Semua kejadian sudah selesai di “minggu lalu”. Kita menggunakan campuran regular verb (visited) dan irregular verb (went, saw, lost, felt). Inilah seni merangkai cerita masa lalu yang natural.
5. Hati-Hati Jebakan “Did”!
Satu lagi poin krusial yang sering bikin salah kaprah. Saat Teman Global mau bikin kalimat negatif (menyangkal) atau kalimat tanya dalam simple past tense, muncullah pahlawan bernama DID.
Aturan mainnya: Kalau DID sudah muncul, Verb 2 harus kembali ke wujud asalnya (Verb 1).
- Salah: I didn’t went to school.
- Benar: I didn’t go to school. (Karena ‘Did’ sudah mewakili masa lampau, ‘Went’ balik jadi ‘Go’).
- Salah: Did you bought that bag?
- Benar: Did you buy that bag?
Ingat mantra ini: Ada DID, Verb 2 Pamit.
Baca Juga: FYI Artinya? Jangan Ngaku Gaul Kalau Belum Tahu 9 Slang Ini!
Kesimpulan
Menguasai simple past tense itu bukan cuma soal lulus ujian, tapi soal kemampuan Teman Global mengekspresikan diri. Bayangkan betapa asyiknya kalau kamu bisa menceritakan pengalaman traveling, curhat soal kenangan manis, atau sekadar lapor kerjaan yang sudah selesai ke bos bule dengan tata bahasa yang rapi.
Kuncinya ada di pembiasaan. Mulai dari hal kecil, coba deh setiap malam sebelum tidur, sebutkan 3 hal yang kamu lakukan hari ini pakai bahasa Inggris. Lama-lama, otak kamu bakal otomatis nyari Verb 2 tanpa perlu disuruh.
Masih merasa butuh partner buat latihan atau materi yang lebih daging? Mimin dan tim siap banget nemenin proses belajar kamu. Jangan biarkan cerita masa lalu kamu terkubur cuma gara-gara bingung tenses!
Mau langsung praktik dan dapet feedback? Atau mau materi yang lebih mendalam? Ambil kesempatanmu sekarang di program English Booster dari Global English dan jadikan Bahasa Inggris skill andalanmu!
Sampai jumpa di artikel berikutnya, Teman Global! Keep practicing!
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use (5th Edition). Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/pm/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition

