Penasaran Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya Bermula? Cari Tahu Sekarang!

Ilustrasi Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya

Halo Teman Global!

Mimin Global kembali lagi nih untuk menemani waktu santai kalian dengan cerita inspiratif. Pare, sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang sudah lama dikenal sebagai kiblat-nya belajar bahasa asing di Indonesia. Ribuan orang datang dan pergi, membawa mimpi untuk fasih berbahasa Inggris.

Tapi di balik hiruk-pikuk sepeda dan tumpukan buku grammar, Teman Global pernah penasaran nggak sih soal siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya? Percaya atau tidak mengetahui kisah dibaliknya akan membuat semangat belajar kita makin membara, lho.  

Nah, biar Teman Global enggak hanya sekadar penasaran tanpa tahu faktanya, kita akan kembali ke tahun 1970-an, untuk menjawab tentang siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya yang sebenarnya.

Yuk, siapkan camilan dan mari kita simak ceritanya!

Baca Juga: Kisah Sejarah Kampung Inggris Pare, Niat Tulus jadi Ilmu!

Kampung Inggris dalam Sejarah Pendidikan Nonformal di Pare

Dari sudut pandang pendidikan, Kampung Inggris Pare adalah contoh bagaimana proses belajar dapat tumbuh dari kebutuhan nyata, dikelola bersama, dan bertahan tanpa sistem formal yang kaku. Di sinilah analisis akademik menjadi penting.

Berdasarkan kajian ilmiah tentang Kampung Inggris di Desa Tulungrejo, Pare, Kampung Inggris dipahami sebagai fenomena pendidikan nonformal yang tumbuh dari praktik belajar bahasa Inggris di luar sistem sekolah formal. Ia tidak lahir dari kebijakan negara, tidak pula dari proyek pendidikan berskala besar, melainkan dari kebutuhan belajar masyarakat dan praktik pengajaran yang berulang.

Inilah titik awal penting untuk memahami siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya.

Babak Awal Mula yang Tidak Disengaja

Banyak yang mengira Kampung Inggris Pare adalah proyek besar pemerintah. Salah besar, Teman Global! Justru, jawaban dari siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya bermula dari sebuah ketidaksengajaan yang manis.

Niat Hati Belajar di Gontor, Belok ke Pare

Hidup itu memang penuh kejutan, Teman Global. Terkadang apa yang kita rencanakan A, malah jadinya B, tapi justru B itulah yang terbaik. Inilah inti awal cerita terbentuknya Kampung Inggris Pare.

Semua berawal dari sosok pemuda gigih bernama Kalend Osen. Beliau adalah perantau dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Niat awalnya bukan ke Pare, melainkan ingin menimba ilmu di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Namun, karena keterbatasan biaya, niat itu harus ditunda.

Kecewa? Jelas. Tapi Mr. Kalend muda tidak mau pulang kampung dengan tangan hampa. Untuk itu, seorang teman menyarankan Mr. Kalend untuk pergi ke Pare dan berguru pada seorang Kyai yang hebat menguasai 8 bahasa secara otodidak, yakni K.H. Ahmad Yazid. Di sinilah titik balik yang akan menjawab siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya mulai terbentuk.

Peran K.H. Ahmad Yazid dalam Sejarah Pare

Teman Global tidak bisa membahas sejarah Pare tanpa menyebut nama K.H. Ahmad Yazid. Beliau adalah pengasuh Pesantren Darul Falah di Desa Pelem, Kecamatan Pare. Keistimewaan Kyai Yazid adalah kemampuannya menguasai berbagai bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris, Arab, dan Belanda, secara autodidak.

Ketika Mr. Kalend Osen menjadi santri di sana, ia belajar dengan tekun. Suatu hari, datanglah dua orang mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UINSA) yang ingin belajar bahasa Inggris guna menghadapi ujian kelulusan. Sayangnya, Kyai Yazid sedang sibuk dan hendak pergi ke Majalengka.

Di momen inilah takdir bekerja. Kyai Yazid menunjuk Mr. Kalend Osen untuk mengajari dua mahasiswa tersebut. Dengan sikap taat pada guru, Mr. Kalend menyanggupinya. Siapa sangka, momen sederhana ini adalah kunci jawaban dari siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya.

Lahirnya Kursus Pertama: Basic English Course (BEC)

Ilustrasi Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya
Ilustrasi Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya

Proses belajar mengajar itu berlangsung sangat sederhana, hanya di serambi masjid. Namun, metode pengajaran Mr. Kalend Osen ternyata sangat efektif. Dalam waktu singkat, kedua mahasiswa tersebut lulus ujian dengan memuaskan.

Kabar keberhasilan ini menyebar dari mulut ke mulut. Mahasiswa-mahasiswa lain mulai berdatangan ingin belajar pada muridnya Kyai Yazid ini, yakni Mr. Kalend. Jika membahas siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya, maka titik awalnya tidak bisa dilepaskan Mr. Kalend. Dengan dukungan dan bimbingan Kyai Ahmad Yazid akhirnya pada tahun 1977, Mr. Kalend mendirikan Basic English Course (BEC) di Desa Tulungrejo, Pare. BEC inilah lembaga kursus pertama yang menjadi cikal bakal ribuan lembaga lain yang Teman Global lihat hari ini.

Kampung Inggris Pare Awalnya Tidak Lahir Sebagai Kawasan Pendidikan!

Mimin Global tahu, Teman Global pasti bertanya-tanya, “Kalau cuma satu kursusan, kenapa jadi satu kampung?” Nah, ini bagian menariknya. Mr. Kalend Osen memiliki visi yang luar biasa. Beliau tidak ingin memonopoli ilmu.

BEC bukan dibangun sebagai proyek besar. Ia lahir dari praktik mengajar bahasa Inggris yang konsisten dan dianggap efektif oleh para peserta. Dari sinilah benih Kampung Inggris Pare mulai tumbuh, bukan sebagai kawasan, tetapi sebagai aktivitas belajar.

Banyak alumni BEC yang telah lulus didorong untuk membuka lembaga kursus sendiri di sekitar area tersebut. Bayangkan, alih-alih takut tersaingi, beliau malah menciptakan ekosistem! Inilah alasan mengapa narasi tentang siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya sangat lekat dengan nilai kebersamaan serta pemberdayaan.

Lama-kelamaan, rumah-rumah warga disulap menjadi tempat kost (camp) yang mewajibkan penggunaan bahasa Inggris sehari-hari (English Area). Desa Tulungrejo dan Desa Pelem pun berubah wajah menjadi kawasan edukasi yang unik.

Sebenarnya, julukan Kampung Inggris Pare sendiri baru populer sekitar tahun 1995 berkat tulisan seorang wartawan Kompas yang takjub melihat tukang becak dan pemilik warung di sana bisa ngobrol dengan lancar menggunakan bahasa Inggris. Jadi, cerita siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya juga melibatkan peran media yang mengangkat keunikannya.

Kampung Inggris Pare Sebagai Pendidikan Nonformal yang Unik

Kenapa sih Pare bisa seawet ini? Jawabannya ada pada jenis pendidikannya. Jurnal-jurnal menyebutkan bahwa Pare adalah contoh sukses pendidikan nonformal.

Fleksibilitas Tanpa Ijazah Resmi

Ilustrasi Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya
Ilustrasi Siapa Pendiri Pertama Kampung Inggris di Pare dan Bagaimana Sejarahnya

Di sini tidak ada kurikulum nasional yang kaku. Tidak ada ijazah yang dipakai buat daftar PNS secara langsung. Tapi, justru di situ letak kekuatannya! Ketika orang mencari tahu siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya, mereka akan menemukan fakta bahwa fleksibilitas inilah kuncinya. Sistem kursus bisa beradaptasi cepat dengan kebutuhan peserta yang beragam, mulai dari buat tes TOEFL sampai sekadar ingin lancar speaking.

Evaluasi Alami (Seleksi Alam)

Di Pare, tidak ada pengawas sekolah yang galak. Kualitas lembaga dinilai langsung oleh pasar. Lembaga yang bagus akan ramai, yang kurang oke akan sepi. Mekanisme evaluasi alami ini terbukti ampuh menjaga kualitas pendidikan di sana tetap relevan selama puluhan tahun.

Peran Vital Masyarakat Lokal

Mimin Global gak bisa bahas siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya tanpa kasih kredit ke warga Desa Tulungrejo dan Pelem. Mereka juga ikut berperan dalam membangun perekonomian, lho!

Masyarakat di sini berperan aktif menyediakan kos-kosan, laundry, penyewaan sepeda, hingga warung makan murah meriah. Dalam perspektif pendidikan, mereka adalah bagian dari ekosistem belajar. Tanpa dukungan warga yang ramah terhadap pendatang, mustahil metode belajar intensif (camp) bisa berjalan. Jadi, sejarah Pare adalah kolaborasi antara pendidik Mr. Kalend dan penerusnya dengan masyarakat lokal.

Relevansi Sejarah Pare untuk Generasi Sekarang

Mengetahui siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya bukan hanya soal nostalgia. Bagi Teman Global yang sedang berjuang belajar bahasa, cerita ini adalah bukti bahwa keterbatasan seperti yang dialami Mr. Kalend saat gagal meneruskan pendidikan di Pondok Gontor bisa menjadi pintu gerbang kesuksesan yang lebih besar.

Semangat pantang menyerah dari Mr. Kalend Osen dan kebijaksanaan K.H. Ahmad Yazid adalah pondasi yang membuat Pare berbeda dari tempat kursus lainnya di dunia. Di sini, kita belajar tentang ketekunan, bukan instanitas.

Baca Juga: Intip 5 Fasilitas Kampung Inggris Pare Biar Kamu Gak Nyesel!

Warisan yang Harus Dijaga

Sampai di sini, Mimin Global yakin rasa penasaran Teman Global soal siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya sudah terjawab tuntas. Berawal dari kisal inspiratif ini, maka Teman Global bisa paham jika Kampung Inggris Pare yang sekarang telah terkenal sebagai pusat pendidikan nonformal di Indonesia bukan hanyalah kisah keajaiban semalam.

Ini adalah cerita tentang Mr. Kalend Osen yang memulai langkah kecil lewat BEC di tahun 1977. Ini cerita tentang pendidikan yang tumbuh dari praktik nyata, bukan sekadar teori. Ini juga cerita tentang bagaimana sebuah desa bisa berubah karena konsistensi belajar dan dukungan masyarakatnya. Mengetahui fakta siapa pendiri pertama Kampung Inggris di Pare dan bagaimana sejarahnya membuat kita sadar bahwa pendidikan berkualitas bisa lahir dari kesederhanaan.

Gimana? Makin mantap kan buat belajar ke Pare setelah tahu sejarah aslinya?

Tetap semangat belajar dan sampai jumpa di Pare!

Stop Tunda Lagi! Waktunya Gaspol Ningkatin Skill Bahasa Inggrismu!

Mau merasakan serunya suasana Kampung Inggris dan langsung lancar dalam 30 hari? Program 1 Month English Camp dari Global English adalah jawabannya! Teman Global bisa tinggal di English Camp Area dan belajar intensif 6x sehari.

[Lihat Detail Program Camp & Daftar di Global English Sekarang!]

Referensi:

  • Akbar, M. A. H., Malihah, E., & Andari, R. (2023). Analisis Peran Masyarakat Dalam Menciptakan Excellent Hospitality di Kampung Inggris Pare. Media Bina Ilmiah, 17(1978), 2183–2190. https://doi.org/10.33578/mbi.v17i9.363
  • Anggraeni, N. (2017). Peran Tokoh-tokoh Islam Dalam Sejarah Perkembangan Kampung Inggris di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur [Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta]. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/37152/1/NOVIANA ANGGRAENI-FITK
  • Aziz, M. A. (2017). Analisis Peran Keagamaan Terhadap Proses Pendidikan Kursus Bahasa Inggris (Studi Kasus di Kampung Inggris Pare Kediri Jawa Timur). AKADEMIKA, 22(02 Juli-Desember). https://doi.org/10.32332/akademika.v22i2.816
  • Lathifah, N. A., Purnomo, A., & Malang, U. N. (2020). Dinamika Pengelolaan Kampung Inggris oleh Masyarakat di Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 189–200. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v9i2.17645
  • Pratiwi, W. R., Atmowardoyo, H., & Salija, K. (2020). The Need Analysis of Participation in an English Immersion Village at Kampung Inggris Pare. International Journal of Language Education, 4(1), 158–170. https://doi.org/10.26858/ijole.v4i2.12599
  • Thahira, C. S. A., Fitriani, S. S., & Fitrisia, D. (2023). Students Perception Towards English Camp in Kampung Inggris Pare on Improving Their Speaking Skill. English Education Journal, 14(3), 639–657. https://doi.org/10.24815/eej.v14i3.32588
CTA Global English
Rieska Novia

Rieska Novia

Halo, aku Rieska Novia! Seorang fresh graduate Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Aku tertarik pada bidang perpustakaan, literasi dan kepenulisan kreatif. Saat ini lagi menekuni bidang SEO Content Writer.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *