Cara Tepat Asking and Giving Opinion Bikin Diskusi Lancar

ilustrasi asking and giving opinion

Halo, Teman Global!

Dalam dunia kerja, diam tidak selamanya emas. Seringkali kita punya ide bagus di kepala, tapi saat harus mengatakannya dalam rapat, mendadak lidah terasa kaku. Apalagi kalau diskusinya menggunakan bahasa Inggris. Rasa takut salah grammar atau takut dianggap tidak sopan sering jadi penghalang utama.

Padahal, kemampuan Asking and Giving Opinion adalah skill dasar yang sangat krusial. Kalau Teman Global terus-terusan diam saat meeting, atasan atau rekan kerja bisa menganggap kamu tidak paham materi atau bahkan tidak peduli dengan proyek yang sedang berjalan.

Artikel ini tidak akan membahas teori yang rumit. Kita akan langsung membahas cara praktis, frasa apa yang harus dipakai, dan bagaimana nadanya supaya terdengar natural tapi tetap profesional.

Nah, sebelum kita masuk ke contoh-contoh kalimatnya, kalau Teman Global merasa butuh panduan langsung biar makin lancar ngomongnya, program di bawah ini bisa jadi solusi cepat.

Ingin bicara bahasa Inggris lebih percaya diri di kantor? Jangan biarkan rasa ragu menghambat karirmu. Cek program English Booster dari Global English untuk latihan intensif yang sesuai kebutuhanmu.

Pentingnya Etika dalam Diskusi Bahasa Inggris di Kantor

Banyak orang berpikir bahwa Asking and Giving Opinion itu sesederhana bilang “I think…” atau “What do you think?”. Secara tata bahasa memang betul, tapi dalam konteks profesional, itu saja tidak cukup.

Dalam diskusi bahasa inggris di kantor, nuansa atau tone bicara sangat menentukan. Ada kalanya kita harus tegas, ada kalanya kita harus merendah untuk menghargai lawan bicara. Kalau salah menempatkan kalimat, bisa-bisa kita dianggap agresif atau malah sok tahu.

Menguasai variasi kalimat tanya dan jawab ini akan membantu Teman Global terlihat lebih kompeten. Orang yang jago menyampaikan pendapat biasanya lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari tim maupun klien.

Baca Juga Artikel Ini: 7 Cara Presentasi Bahasa Inggris Bikin Lebih Percaya Diri!

Cara Menyampaikan Pendapat Sopan (Giving Opinion)

Bagaimana cara menyampaikan pendapat sopan tanpa terdengar bossy?

Kuncinya ada pada pembukaan. Jangan langsung menembak dengan inti pendapat kalau situasinya formal. Gunakan frasa pembuka untuk melunakkan kalimat.

1. Situasi Netral (Rapat Tim Biasa)

ilustrasi asking and giving opinion
ilustrasi asking and giving opinion

Ini digunakan saat Teman Global rapat dengan rekan setim yang levelnya setara.

  • “In my opinion…” (Menurut pendapatku…)
  • “I think that…” (Aku pikir bahwa…)
  • “From my perspective…” (Dari sudut pandangku…)

2. Situasi Lebih Formal (Rapat dengan Atasan/Klien)

ilustrasi asking and giving opinion
ilustrasi asking and giving opinion

Saat berhadapan dengan atasan atau klien, gunakan kalimat yang lebih halus.

  • “Personally, I believe that…” (Secara pribadi, saya percaya bahwa…)
  • “If I may share my thoughts…” (Jika saya boleh berbagi pemikiran…)
  • “It seems to me that…” (Kelihatannya bagi saya bahwa…)

Perbedaan kecil pada pemilihan kata dalam materi Asking and Giving Opinion ini memberikan dampak besar pada bagaimana orang lain menerima ide Teman Global.

Strategi Meminta Pendapat (Asking Opinion)

Komunikasi itu dua arah. Selain jago ngomong, Teman Global juga harus jago memancing lawan bicara untuk bersuara. Menggunakan kalimat Asking and Giving Opinion yang tepat saat bertanya akan membuat lawan bicara merasa dihargai.

Hindari pertanyaan tertutup yang cuma butuh jawaban “Yes” atau “No”. Cobalah pertanyaan terbuka:

  • Informal: “What do you reckon about this plan?” (Apa pendapatmu soal rencana ini?)
  • Semi-Formal: “Do you have any thoughts on the new layout?” (Ada pikiran soal tata letak baru ini?)
  • Sangat Formal: “We would appreciate your view on this matter.” (Kami akan sangat menghargai pandangan Anda soal hal ini.)

Menanyakan pendapat orang lain juga taktik cerdas untuk mengulur waktu saat Teman Global butuh berpikir. Lemparkan pertanyaan balik sembari menyusun jawaban terbaikmu.


Masih sering blank saat ditanya mendadak dalam rapat? Latih refleks bicaramu bareng mentor berpengalaman di Global English. Siap hadapi pertanyaan apapun! Yuk, kepoin di sini.


Seni Menanggapi: Kalimat Setuju dan Tidak Setuju (Agreement)

Lalu bagaimana kalau Teman Global tidak setuju dengan bos? Atau bagaimana menyanggah rekan kerja tanpa memicu debat kusir? Di sinilah pentingnya memahami kalimat setuju dan tidak setuju (agreement) yang tepat.

Menyatakan Ketidaksetujuan (Disagreement)

ilustrasi asking and giving opinion
ilustrasi asking and giving opinion

Jangan pernah bilang “You are wrong” atau “That’s a bad idea” di forum profesional. Itu terlalu kasar. Coba ganti dengan:

  • “I see your point, but…” (Aku mengerti poinmu, tapi…)
  • “I am afraid I have to disagree with you there.” (Maaf sepertinya aku kurang setuju denganmu di bagian itu.)
  • “That is a valid point, however…” (Itu poin yang valid, akan tetapi…)

Teknik ini disebut softening the blow. Kita mengakui pendapat mereka dulu, baru menyampaikan sanggahan. Ini adalah esensi dari Asking and Giving Opinion yang dewasa dan profesional.

Memahami gesture dan nada bicara sangat penting dalam dunia kerja global. Kalau Teman Global ingin tahu lebih dalam soal etika bicara di lingkungan korporat, ada panduan menarik tentang komunikasi bisnis yang wajib dibaca.

Pelajari selengkapnya di artikel tentang komunikasi bisnis formal ini untuk menambah wawasanmu: Skill Bahasa Inggris Untuk Kerja Bisa Bikin Karir Melesat Jauh? Simak 5 Faktanya Di Sini!

Contoh Dialog Asking Giving Opinion di Kantor

Supaya lebih jelas, mari kita lihat penerapannya dalam contoh dialog asking giving opinion. Situasinya adalah rapat mingguan membahas penurunan penjualan.

Manager:“So, everyone, what is your opinion on our sales performance this month?” (Asking – Formal)
Andi:“To be honest, I think the new marketing campaign is not reaching the right target.” (Giving – Critical but polite)
Manager:“Interesting. Rina, do you agree with Andi’s thought?” (Asking for agreement)
Rina:“I see Andi’s point, but I believe the issue is more about the pricing, not the campaign.” (Partial disagreement + Giving new opinion)
Manager:“That makes sense. Let’s review the data then.” (Agreement)

Dalam percakapan di atas, terlihat alur Asking and Giving Opinion berjalan lancar. Tidak ada yang tersinggung meskipun pendapat mereka berbeda. Semua fokus pada masalah bisnis, bukan sentimen pribadi.

Kesimpulan

Menguasai Asking and Giving Opinion bukan soal menghafal kamus. Ini soal kebiasaan. Mulailah dari hal kecil, misalnya memberikan komentar singkat saat rapat divisi atau bertanya pendapat rekan sebelah meja dalam bahasa Inggris.

Semakin sering Teman Global berlatih, semakin natural juga kalimat itu keluar dari mulut. Ingat, tujuan utamanya adalah komunikasi yang efektif, bukan kesempurnaan grammar tanpa cela. Jadi, jangan takut salah.

Kalau Teman Global ingin benar-benar serius meningkatkan karir, kemampuan bahasa Inggris bisnis adalah investasi yang tidak akan rugi. Siap naik level dalam karirmu? Dapatkan tips dan strategi lengkap seputar Bahasa Inggris Bisnis bersama Global English.

Mulai langkah suksesmu hari ini!

Referensi: Guffey, M. E., & Loewy, D. (2022). Essentials of Business Communication (12th ed.). Cengage Learning. https://faculty.cengage.com/works/9780357714973

CTA Global English
Rieska Novia

Rieska Novia

Halo, aku Rieska Novia! Seorang fresh graduate Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi. Aku tertarik pada bidang perpustakaan, literasi dan kepenulisan kreatif. Saat ini lagi menekuni bidang SEO Content Writer.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *