
Halo Teman Global!
Pasti Teman Global sering merasa bingung ketika harus belajar tata bahasa Inggris, terutama dalam memahami materi passive voice. Banyak orang beranggapan bahwa materi ini sulit karena harus menghafal perubahan bentuk kata kerja. Padahal, jika kita memahami konsep dasarnya, menyusun kalimat pasif itu sebenarnya sangat sederhana.
Kali ini, Mimin Global ingin membantu Teman Global memahami materi ini dengan cara yang paling jelas. Lewat artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara mengubah kalimat aktif menjadi pasif, kapan harus menggunakannya, dan kesalahan apa saja yang harus dihindari. Tujuan utamanya adalah agar Teman Global bisa langsung mempraktikkannya setelah selesai membaca tulisan ini.
Namun, sebelum kita masuk ke penjelasan teknis, Mimin Global punya informasi menarik nih. Jika Teman Global ingin kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat lebih cepat dengan panduan yang terarah, program English Booster dari Global English bisa menjadi solusinya.
Baca Juga: Hafalan Verb 1 2 3 Bikin Pusing? Ada Cara Gampangnya Lho!
Apa Itu Passive Voice dan Bagaimana Konsepnya?
Dalam bahasa Inggris, passive voice adalah jenis kalimat di mana subjek kalimat menerima aksi, bukan melakukan aksi. Ini adalah kebalikan dari kalimat aktif (active voice).
Mari kita lihat perbedaannya secara langsung agar lebih jelas:
- Kalimat Aktif (Active Voice): Subjek melakukan pekerjaan. Contoh: “Budi writes a letter.” (Budi menulis sebuah surat). Di sini, Budi adalah pelaku, dan dia melakukan kegiatan menulis.
- Kalimat Pasif (Passive Voice): Subjek dikenai pekerjaan. Contoh: “A letter is written by Budi.” (Sebuah surat ditulis oleh Budi). Di sini, “A letter” (sebuah surat) menjadi subjek kalimat, dan surat tersebut menerima aksi penulisan.
Jadi, perubahan utamanya ada pada posisi. Objek pada kalimat aktif pindah ke depan dan menjadi subjek pada kalimat pasif. Kita menggunakan struktur ini ketika kita ingin lebih menonjolkan benda atau orang yang terkena dampak, bukan orang yang melakukannya.
Rumus Dasar yang Wajib Diketahui
Teman Global tidak perlu menghafal terlalu banyak rumus. Kunci utama dari passive voice hanya terdiri dari dua komponen yang tidak boleh hilang, yaitu:
| To Be + Verb 3 (Past Participle) |
“To Be” adalah kata bantu (seperti is, am, are, was, were), dan “Verb 3” adalah bentuk ketiga dari kata kerja. Apapun bentuk waktunya (tenses), kedua elemen ini harus selalu ada.
Mari kita bedah penggunaannya berdasarkan waktu kejadiannya:
1. Untuk Kejadian Saat Ini (Simple Present Tense)
Jika kalimatnya merupakan fakta umum atau terjadi sekarang, gunakan Is, Am, atau Are diikuti Verb 3.
- Kalimat Aktif: She cleans the house. (Dia membersihkan rumah).
- Passive Voice: The house is cleaned by her. (Rumah dibersihkan oleh dia).
Kita menggunakan is karena “The house” jumlahnya hanya satu. Jika objeknya banyak, kita gunakan are. Contohnya: The houses are cleaned by her.
2. Untuk Kejadian Masa Lampau (Simple Past Tense)
Jika kejadiannya sudah selesai di masa lalu, gunakan Was atau Were diikuti Verb 3.
- Kalimat Aktif: My father bought a car yesterday. (Ayahku membeli sebuah mobil kemarin).
- Passive Voice: A car was bought by my father yesterday. (Sebuah mobil dibeli oleh ayahku kemarin).
3. Untuk Kejadian Sedang Berlangsung (Continuous Tense)
Jika aksinya sedang terjadi saat kita bicara, tambahkan kata being di tengahnya.
- Kalimat Aktif: They are fixing the road. (Mereka sedang memperbaiki jalan).
- Passive Voice: The road is being fixed. (Jalan sedang diperbaiki).
Sangat jelas, bukan? Intinya adalah menyesuaikan “To Be” dengan waktu kejadiannya.

Kapan Kita Sebaiknya Menggunakan Passive Voice?
Mungkin Teman Global bertanya, mengapa kita harus membalik kalimat? Mengapa tidak menggunakan kalimat aktif saja selamanya?
Penggunaan passive voice memiliki fungsi khusus dalam komunikasi. Berikut adalah tiga situasi utama di mana kita sebaiknya menggunakan bentuk pasif:
1. Pelaku Tidak Diketahui
Terkadang, kita tidak tahu siapa yang melakukan aksi tersebut.
- Contoh: “My wallet was stolen.” (Dompetku dicuri). Kita menggunakan kalimat ini karena kita tidak tahu siapa pencurinya. Akan terdengar kurang tepat jika kita memaksakan kalimat aktif seperti “Someone stole my wallet”, karena fokus utamanya adalah kehilangan dompet, bukan pencurinya.
2. Pelaku Tidak Penting atau Sudah Jelas
Jika semua orang sudah tahu siapa pelakunya, kita tidak perlu menyebutkannya.
- Contoh: “Rice is grown in Indonesia.” (Padi ditanam di Indonesia). Sudah jelas bahwa yang menanam padi adalah petani. Jadi, kita tidak perlu mengatakan “Farmers grow rice in Indonesia”. Informasi tentang padi lebih penting daripada informasi tentang petani dalam konteks kalimat ini.
3. Untuk Keperluan Formal dan Sopan
Dalam dunia kerja atau penulisan ilmiah, kalimat pasif sering digunakan agar terdengar lebih objektif.
- Contoh: “The error was made in the report.” (Kesalahan dibuat dalam laporan tersebut). Kalimat ini terdengar lebih sopan dan profesional dibandingkan menunjuk seseorang secara langsung dengan kalimat “You made an error” (Kamu membuat kesalahan).
Jika Teman Global ingin mempelajari lebih dalam tentang penggunaan bahasa Inggris untuk situasi formal atau profesional seperti ini, English Booster dari Global English menyediakan materi yang sangat relevan. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dengan metode yang tepat. Klik di sini untuk Daftar English Booster Sekarang!
Kesalahan Umum dalam Membuat Kalimat Pasif

Masih banyak pembelajar yang melakukan kesalahan kecil saat menyusun passive voice. Mimin Global sudah merangkum beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar kalimatmu tetap benar secara tata bahasa:
Kesalahan Pemilihan To Be
Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Ingatlah bahwa “To Be” harus mengikuti subjek yang baru (objek yang pindah ke depan), bukan mengikuti subjek yang lama.
- Contoh Salah: The books is read by him.
- Contoh Benar: The books are read by him. Meskipun pelakunya satu orang (him), tapi karena yang dibaca adalah buku-buku (banyak), maka kita wajib menggunakan are.
Menggunakan Kata Kerja Intransitif
Tidak semua kata kerja bisa diubah menjadi pasif. Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek, seperti: sleep (tidur), arrive (tiba), die (mati), atau cry (menangis). Kata-kata ini tidak bisa dipasifkan.
- Contoh Salah: He was died.
- Contoh Benar: He died.
Lupa Mengubah Kata Ganti (Pronoun)
Saat posisi orang bergeser dari depan ke belakang (dari subjek menjadi objek), bentuk katanya juga berubah.
- I menjadi Me
- She menjadi Her
- He menjadi Him
- They menjadi Them
- We menjadi Us
Contoh: “She helps me” (Dia membantuku) menjadi “I am helped by her“ (Aku dibantu oleh dia).
Cara Berlatih yang Efektif
Untuk menguasai passive voice, Teman Global perlu membiasakan diri. Cobalah latihan sederhana berikut ini:
Perhatikan benda-benda di sekitarmu dan buatlah kalimat pasif sederhana tentang kondisi benda tersebut.
- Melihat pintu terbuka: “The door is opened.”
- Melihat lantai disapu: “The floor is swept.”
- Melihat makanan dimasak: “The food is cooked.”
Lakukan latihan ini secara rutin. Semakin sering Teman Global mencoba, semakin terbiasa otak kita menyusun struktur kalimat ini tanpa perlu berpikir lama.
Baca Juga: 5 Langkah Paham Simple Past Tense Jadi Cara Seru Cerita Masa Lalu!
Kesimpulan
Belajar passive voice sebenarnya hanya tentang memindahkan fokus kalimat dari pelaku ke objek. Dengan memahami rumus dasar To Be + Verb 3 dan memperhatikan waktu kejadiannya, Teman Global pasti bisa menguasainya dengan cepat.
Materi ini sangat penting karena akan sering kamu temukan dalam bacaan, berita, maupun percakapan sehari-hari. Jadi, jangan ragu untuk terus berlatih.
Jika Teman Global merasa butuh bimbingan langsung dari mentor agar tidak salah dan kebingungan dalam belajar, Mimin Global sangat menyarankan untuk bergabung dengan program English Booster dari Global English. Di sana, Teman Global bisa bertanya dan berdiskusi secara langsung.
Ayo, tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu mulai hari ini!
Gabung English Booster di Sini.
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use: A Self-study Reference and Practice Book for Intermediate Learners of English (5th Edition). Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/us/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition/english-grammar-use-a-self-study-reference-and-practice-book-intermediate-learners-english-5th-edition-book-answers-and-interactive-ebook?format=DO&isbn=9781108586627

